Riau, 15 Maret 2026 – Penantian panjang masyarakat Dusun Parit Bunga Ujung, Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya berakhir. Setelah puluhan tahun hidup tanpa penerangan listrik, kini dusun tersebut resmi menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).
Peresmian penyalaan listrik ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat, terlebih hadir di tengah suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Program ini merupakan bagian dari Program Listrik Desa (ABT 2025) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya pemerataan akses energi hingga ke wilayah pelosok.
Kehadiran listrik di dusun tersebut disambut haru oleh masyarakat yang selama ini harus mengandalkan lampu minyak atau lampu teplok untuk penerangan di malam hari. Kini, rumah-rumah warga mulai diterangi cahaya listrik yang membawa harapan baru bagi kehidupan masyarakat.
Kepala Desa Pasar Kembang, Syahrur Wardi, menyampaikan bahwa hadirnya listrik di wilayah tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang yang melibatkan berbagai pihak. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah serta kerja keras PLN dalam mewujudkan akses listrik bagi masyarakat desa.
“Alhamdulillah, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini masyarakat kami akhirnya dapat menikmati listrik seperti daerah lainnya. Perjuangan panjang yang penuh tantangan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Keberhasilan pembangunan jaringan listrik di Dusun Parit Bunga Ujung merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa dan jajaran PLN. Kolaborasi ini melibatkan berbagai unit PLN, mulai dari UP2K Riau, UP3 Rengat, hingga ULP Kuala Enok yang bekerja bersama memastikan jaringan listrik dapat menjangkau wilayah tersebut.
Selain itu, dukungan dari unit-unit PLN lainnya termasuk PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif) juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung penguatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia kelistrikan yang berperan dalam menjaga standar mutu dan keselamatan kerja dalam pembangunan serta pengoperasian infrastruktur kelistrikan di Indonesia.
Masuknya listrik di dusun ini diperkirakan akan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat. Dari sisi pendidikan, anak-anak kini dapat belajar dengan penerangan yang lebih baik pada malam hari. Dari sisi ekonomi, pelaku usaha dan UMKM desa dapat memanfaatkan peralatan berbasis listrik untuk meningkatkan produktivitas.
Selain itu, keberadaan listrik juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Hal ini menjadi sangat penting bagi masyarakat yang menjalankan berbagai aktivitas serta ibadah selama bulan Ramadhan.
Dengan hadirnya listrik di Dusun Parit Bunga Ujung, masyarakat kini menatap masa depan yang lebih cerah. Program ABT 2025 menjadi bukti komitmen pemerintah dan PLN dalam menghadirkan pemerataan energi hingga ke daerah terpencil di Indonesia.
“Listrik bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi juga tentang harapan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
