Jakarta, 6 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (PLN Pusertif) terus mendorong transformasi digital di bidang pendidikan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) LENTERA atau Layanan Edukasi Digital Terintegrasi dan Andal. Program tersebut resmi diterapkan di SMK Cyber Media, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi.
Program LENTERA merupakan bagian dari inisiatif Digital School Transformation yang diwujudkan melalui pembangunan Server Ujian Digital Mandiri berbasis Computer-Based Test (CBT). Kehadiran sistem ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas, keamanan, dan efisiensi dalam pelaksanaan ujian di lingkungan sekolah.
General Manager PLN Pusat Sertifikasi, Bapak Dony Ocniza, mengatakan bahwa Program LENTERA menjadi bentuk kontribusi nyata PLN dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Program LENTERA bukan sekadar bantuan perangkat, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami berharap program ini dapat membantu siswa dan guru memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Bapak Dony.
Melalui sistem CBT, sekolah dapat melakukan pengelolaan soal, pelaksanaan ujian, penilaian, hingga penyimpanan hasil evaluasi secara lebih cepat, akurat, terkontrol, dan aman. Pengelolaan sistem tersebut juga mengacu pada prinsip keamanan informasi ISO/IEC 27001, terutama dalam menjaga kerahasiaan, keutuhan, serta ketersediaan data akademik.
Tidak hanya menyediakan server ujian digital, Program LENTERA juga mencakup penguatan jaringan, konfigurasi aplikasi, pengamanan sistem, pengujian performa server, penataan ruang server, serta peningkatan kompetensi guru dan tim teknologi informasi sekolah.
Hingga Agustus 2026, seluruh tahapan pembangunan infrastruktur, instalasi, konfigurasi, dan pengujian sistem telah diselesaikan. Pelatihan bagi guru serta simulasi ujian digital juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menuju penerapan ujian berbasis digital secara penuh.
Bapak Dony menambahkan bahwa keberhasilan program TJSL tidak hanya dilihat dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari perubahan positif dan manfaat yang dirasakan oleh penerima program.
“Keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi dari perubahan positif dan manfaat yang dirasakan oleh penerima program. Oleh karena itu, LENTERA perlu terus dimanfaatkan, dijaga, dan dikembangkan bersama,” tambah Bapak Dony.
Dukungan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMK Cyber Media, Bapak Joko Suranto. Menurutnya, kehadiran Program LENTERA dapat membantu sekolah dalam memperkuat infrastruktur digital sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan ujian dan hasil penilaian.
Program tersebut juga diharapkan mampu memberikan pengalaman ujian yang lebih modern dan efisien bagi para siswa. Dengan pemanfaatan sistem digital, proses pelaksanaan ujian dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dengan dukungan infrastruktur teknologi yang memadai.
Selain meningkatkan efisiensi, penerapan sistem CBT turut mengurangi penggunaan kertas sehingga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih ramah lingkungan. Program LENTERA juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui Program LENTERA, PLN Pusertif menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi bersama pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi dan solusi bagi kemajuan Indonesia.
Narahubung:
Tim Komunikasi
PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi
Website: pusertif.pln.co.id
Tentang PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif):
PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif) merupakan unit PLN yang berfokus pada pengujian, kalibrasi, inspeksi, dan sertifikasi guna memastikan standar keandalan serta mutu tinggi pada seluruh infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.


